FOTO MINGGU INI

Es krim Upin Ipin. Apa kata Malaysia kalau mereka melihat tukang es krim di Makassar, Sulawesi Selatan (19/05/11), ini? Sebuah perang mulut antara saudara sedarah beda negara akibat es krim dan tokoh kartun? Sungguh, bisa menjadi naskah fiksi yang menarik. Armin Hari | Februari 2012

Sindikasikan konten
KOLOM LAYAR KACA
Ifan Adriansyah Ismail
28.07.2011
26 komentar
Sindikasikan konten
Ifan Adriansyah Ismail
28.07.2011
26 komentar
ULASAN
Halim Bahriz
03.08.2011

Adalah kesalahan fatal ketika menganaktirikan nilai fungsi dalam memunculkan kekuatan arsitektur sebuah bangunan atas nama estetika.

47 komentar
Sindikasikan konten
SPEKULASI
Ardi Yunanto
22.06.2011

Benarkah ruang kota sudah penuh untuk dijadikan hunian warga yang layak dan terjangkau? Masih ada ruang yang terabaikan, dan itu banyak.

11 komentar
Sindikasikan konten

FOKUS 7: INISIATIF WARGA DI RUANG KOTA

Fokus jurnal Karbon selama Desember 2010 - Desember 2011 membahas tentang profesi dan kreasi warga kota yang selama lima tahun terakhir aktif menanggapi berbagai cacat sistem di ruang publik kota, termasuk kreasi-kreasi para perancang dan seniman yang masuk lebih dalam pada isu ruang publik dan warganya, serta membahas hubungan antara praktik seni secara luas di ruang publik dengan ruang dan warganya. Kami undang Anda untuk menulis bersama kami. Informasi lebih jelas bisa dilihat di sini. Kami tunggu sambutan Anda.

FOKUS 7: Des 2010 - Des 2011
Anonim

Arsitek biasanya dianggap sebagai "penulis tunggal" atas karya-karyanya. Namun di Jakarta dan Depok ada tiga perpustakaan SD yang interiornya dirancang bersama-sama oleh para arsitek, mahasiswa, murid, dan guru. Mungkinkah cara merancang partisipatoris yang melibatkan pengguna tersebut dapat menjadi sebuah penyeimbang—atau bahkan penawar—bagi perancangan kota yang kian seragam? Kajian kritis tentang perancangan partisipatoris ini ditulis oleh seorang pengajar arsitektur, yang tidak mau disebutkan identitasnya demi mengurangi kemungkinan tak terelakkan bagi dirinya untuk menjadi "penulis tunggal" esai ini.

Sindikasikan konten
ARTIKEL
Gita Hastarika
18.07.2011

Seni membingkai kehidupan, atau kehidupankah yang merangkai seni? Gita Hastarika mencoba menjawab pertanyaan ini lewat sebuah potret roman perkotaan—hasil interaksi pengunjung dengan sebuah karya seni di Galeri Nasional Indonesia. Dengan tidak menonjolkan salah satu pertanyaan tentang mana yang lebih penting, pengalaman subjektif pengunjung atau arti karya sang seniman, tulisan ini mengharapkan setiap orang untuk dapat memilih jawabannya sendiri melalui proses membaca.

20 komentar
Sindikasikan konten
BIOSKOP KITA
Sindikasikan konten