Sayang anak, sayang anak. Slogan yang tertulis di atas plang selamat datang di jalan raya Bukittinggi, Payakumbuh, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (22/11/10), ini barangkali merupakan reaksi pemerintah setempat terhadap banyaknya kasus kekerasan yang dilakukan para ibu yang tak bertanggungjawab terhadap anaknya. Bentuknya mulai dari membuang janin ketika cikal bakal kehidupan baru mulai tumbuh, membunuh jabang bayi dengan sadis, sampai meninggalkan seorang anak setelah lahir. Ibu mana yang tak sayang anaknya? Tidakkah kepedulian ini disampaikan dengan cara yang lebih bijaksana, berusaha memecahkan ketidakmampuan ekonomi, misalnya? Bukankah kasus-kasus ini lebih berupa akibat, bukan penyebab? Ulfia Rahmi | Agustus 2011

Komentar

Sayangi Ibu

Sayang ibu harusnya bukan cuma slogan tapi ada kebijakan riil menjangkau dan mendengarkan kebutuhan mereka.

Add comment

  • Tag HTML yang dibolehkan: <p><br>

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.