SELAMA ENAM tahun, Karbon telah membahas seni kontemporer dalam tujuh edisi cetak. Mulai tahun 2007 ini, Karbon mengubah diri menjadi jurnal online, dan akan lebih membahas tentang kota dalam konteks studi urban dan budaya visual. Sementara pembahasan seni rupa kontemporer akan lebih dipandang sebagai materi analisa, terutama melihat kenyataan bahwa selama ini seni rupa kontemporer lebih banyak mendapatkan inspirasi dari permasalahan kota dan budaya visual, daripada kehidupan kota yang mengambil manfaat dari seni rupa kontemporer.
Dalam edisi perdana ini, Karbon mengeluarkan tema Rumah, sebagai ruang pertama yang mengawali semua aktivitas kota. Dalam artikelnya, Darrundono menyatakan bahwa rumah susun belum diperlukan di kota Jakarta. Sementara Farabi Fakih meneliti citra kelas menengah pasca Orde Baru dalam memandang tempat tinggal mereka. Kami juga melakukan wawancara dengan Lintas Tebet, sebuah majalah komunitas di Tebet, Jakarta Selatan yang pernah terbit pada 2002-2003. Artikel ditutup dengan ulasan Apartment Project, sebuah proyek seni yang diadakan ruangrupa pada 2003 tentang fenomena rumah vertikal di kota Jakarta.
Karbon sangat terbuka dengan semua ide dan kritik Anda, agar permasalahan kota tidak selamanya menjadi wacana yang asing dan hanya dimiliki oleh kota-kota besar, tapi terjadi dalam keseharian sebagai sesuatu yang sangat realistis namun justru nyaris mustahil dalam pemecahannya. Semoga Karbon dapat menjadi awal untuk membuka ruang diskusi yang lebih luas.
Terima kasih.
Ardi Yunanto, Nuraini Juliastuti & T. Ismail Reza
Redaktur
Rumah kita
Rumah kita
Sebuah Pengantar
10 March 2007

Rumah Susun Pejompongan, Jakarta, 2003. Foto oleh Arjan van Helmond, 2003.
FOKUS 6 | Agustus 2009
FOKUS 6: HUMOR DI RUANG KOTA
M. Isfanani Haidar Ilyas
FOKUS 6: HUMOR DI RUANG KOTA
Nuraini Juliastuti
FOKUS 6: HUMOR DI RUANG KOTA
Farid Rakun
FOKUS 5 | Februari 2009
FOKUS 5: KOMIK DAN KOTA
Hikmat Darmawan
FOKUS 4 | Januari 2008
FOKUS 3 | Agustus 2007
FOKUS 3: TRANSPORTASI UMUM
Yoshi Fajar Kresno Murti
FOKUS 3: TRANSPORTASI UMUM
Ardi Yunanto


