KETIKA JALANAN sudah pasrah dihibahkan untuk kendaraan, perjalanan tidak lagi demi menikmati ruang kota. Semua tujuan harus pasti, kalau tidak mau terjebak, dan yang terputus juga harus disambung. Sejak 2005, keberadaan tol Cipularang tak hanya mengubah ritual perjalanan dan memasok orang Jakarta ke Bandung di setiap akhir pekan, namun juga menginspirasi berbagai peluang bisnis baru. Bagi T. Ismail Reza, salah satunya adalah Bandung Super Mall, sebuah tugu selamat datang baru di Bandung.
Jakarta sendiri, terlambat sekian puluh tahun menangani masalah transportasi, setelah begitu banyak kendaraan memenuhi jalanan, dari kendaraan pribadi sampai gerobak sayur yang juga melintasi jembatan Semanggi. Bambang Susantono mengulas secara rinci tentang transportasi yang humanis, sebelum Jakarta macet total pada 2014—sebuah mimpi buruk bagi masa depan Jakarta. Pengalaman getir masa lalu, yang telah membuat orang sangat bergantung pada kendaraan pribadi. Anissa S. Febrina mengulas hal ini. Seseorang tak harus lebih dulu punya rumah dan tempat parkir layak untuk punya kendaraan pribadi, ketika orang Jakarta, selalu punya solusi kreatif dalam menjawab setiap permasalahan.
Di sisi lain, halte di Jakarta mungkin yang paling naas. Seperti paparan dalam tulisan saya, halte adalah keranjang sampah jalanan. Dari buruknya pelayanan bus kota, juga desain halte yang tak mengindahkan penggunanya, baik penumpang bus dan juga pedagang kaki-lima yang tak hanya dilupakan pemerintah, namun juga dilupakan para arsitek yang tak menganggapnya sebagai bagian dari tantangan desain sebuah ruang.
Terakhir, kita kembali ke jalanan kota Bandung pada 2002. Pengalaman terjatuh karena lubang jalan, membuat Handy Hermansyah melakukan aksi ruang publik di jalanan kota Bandung. Menyitir ulasan Agung Hujatnikajenong, apa yang dilakukan Hendy saat itu tidaklah umum, bahkan oleh para pegawai dinas tata kota Bandung sekalipun.
Ardi Yunanto
redaktur
Melintas sepanjang jalan
Melintas sepanjang jalan
Sebuah Pengantar
10 May 2007

Foto oleh Chandra Marsono.
FOKUS 6 | Agustus 2009
FOKUS 6: HUMOR DI RUANG KOTA
M. Isfanani Haidar Ilyas
FOKUS 6: HUMOR DI RUANG KOTA
Nuraini Juliastuti
FOKUS 6: HUMOR DI RUANG KOTA
Farid Rakun
FOKUS 5 | Februari 2009
FOKUS 5: KOMIK DAN KOTA
Hikmat Darmawan
FOKUS 4 | Januari 2008
FOKUS 3 | Agustus 2007
FOKUS 3: TRANSPORTASI UMUM
Yoshi Fajar Kresno Murti
FOKUS 3: TRANSPORTASI UMUM
Ardi Yunanto


